Bagaimana Memilih GPS Tracker Yang Baik ?

Bagaimana Memilih GPS Tracker Yang Baik?

Memilih GPS tracker yang baik tentunya harus memperhatikan berbagai macam hal, jangan tertipu dengan oknum yang jual produk murah dan diiming-imingi dengan fitur-fitur canggih. Bila tidak berhati-hati, justru GPS mobil atau GPS motor yang dibeli malah tidak bisa digunakan dengan semestinya.

Cara memilih GPS tracker yang baik, contohnya:

  • Penjual yang terpercaya dan berpengalaman.
  • Teknisi yang berpengalaman dan pengerjaan rapi.
  • Dapat dibeli dengan mudah di berbagai daerah
  • Memiliki beberapa Fitur unggulan.
  • Kualitas produk original, bukan bajakan atau barang KW.
  • Memiliki garansi resmi.
  • Memiliki jaminan layanan pasca penjualan yang baik

 

Jangan selalu tergiur dengan harga murah, karena kemungkinannya penjual GPS tersebut:

  • Menggunakan perangkat lunak gratisan, misalnya seperti Orange GPS Trace yang mudah digunakan dan diakses oleh banyak jenis/merk GPS, serta minim fitur.
  • Merekondisi barang bekas yang dipoles sedemikian rupa sehingga tampak baru.
  • Menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang perangkat lunak yang belum terjamin kredibilitas & kualitasnya sehingga tidak dapat dikoneksikan dengan baik.
  • Hanya menjual barang, tanpa dibantu pemasangan atau pengaturan dengan detail.
  • Penjual tidak memahami informasi barang secara detail.
  • Teknisi yang asal bisa memasang gps tracker tanpa dibekali pengetahuan yang mendetail.

 

Produk murah pastinya tidak sebanding dengan kualitas yang ditawarkan. Harga GPS mobil atau motor yang murah biasanya juga susah untuk digunakan dan tidak ada panduan resminya untuk melakukan instalasi karena semuanya serba manual.

 

Bagaimana Bila GPS Tracker Tidak Berfungsi Semestinya?

Bila GPS tidak dapat berfungsi dengan baik, maka segera berkonsultasi dengan tempat Anda melakukan pembelian GPS. Biasanya, penjual yang profesional memberikan garansi resmi atau pelatihan penggunaan GPS tracker secara gratis serta memiliki jaminan layanan pasca penjualan yang baik

Sebelum membeli, pastikan kedua hal tersebut bisa Anda dapatkan. Hal ini agar GPS tracker dapat ditangani dengan mudah bila ada kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik.

 

Dapatkah GPS Tracker Disalahgunakan?

Dalam kasus yang sangat kecil, terjadi pula GPS tracker yang disalahgunakan. Salah satu contohnya adalah dengan memindahkan perangkat GPS ke kendaraan lainnya tanpa diketahui oleh pemilik kendaraan. Bisa juga dengan meretas sistem sehingga kendaraan tidak bisa dilacak atau koneksinya diputuskan.

Namun, kejadian-kejadian tersebut sangat jarang terjadi. Apalagi, model sekarang sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih dan terkini agar pengguna tidak perlu khawatir lagi.

 

Mengapa Harus Memilih MaxTracker?

Salah satu produsen GPS tracker terkemuka yang bisa Anda percaya adalah Maxtracker Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dan produk-produk yang telah teruji coba, Maxtracker berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya.

Tidak hanya GPS tracker area Jawa timur saja, Maxracker juga melayani penjualan di seluruh wilayah Indonesia lainnya.. Barang-barang yang dijual di Maxracker juga merupakan barang impor langsung dari produsen, bukan reseller atau dropshipper dan tentunya dikelola secara profesional.

Ingin info lebih lengkap atau konsultasi gratis ?

Segera Hubungi CS kami di 0822.4570.9990 (Telp / Whatsapp)

Beberapa Bidang Usaha Yang Membutuhkan GPS Tracker

Beberapa Bidang Usaha Yang Membutuhkan GPS Tracker

Global Positioning System atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Sistem Pemosisi Global adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk menunjukkan lokasi sebuah benda, biasanya kendaraan, di permukaan bumi. Sistem ini bekerja dengan menggunakan bantuan sinkronisasi dari sinyal satelit.

GPS mulai dirancang sekitar tahun 70-an di Amerika Serikat. Teknologi ini dikembangkan oleh pihak militer Amerika lewat Departemen Pertahanan dan dipakai untuk kepentingan militer. Selain Amerika, negara-negara lain seperti Rusia, Uni Eropa, dan India juga memiliki sistem yang sama. Rusia punya GLONASS, Uni Eropa memiliki Galileo, dan India mengembangkan IRNSS.

Teknologi GPS saat ini telah digunakan hampir di setiap bidang dan aspek kehidupan sehari-hari, bukan untuk keperluan militer saja. Sekarang, GPS tidak hanya dikembangkan di Amerika dan negara-negara maju saja, melainkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

 

Pernah dengar tentang GPS tracker? Pada dasarnya perangkat ini merupakan sebuah alat pelacak untuk kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor. GPS tracker berbeda dengan GPS Navigasi yang memiliki fungsi untuk menunjukkan rute perjalanan karena fungsi utamanya lebih kepada keamanan.

Pada saat alat ini terpasang, keberadaan dan lokasi persis dari suatu kendaraan dapat terpantau secara langsung. Lokasi kendaraan dapat dilihat melalui sebuah peta digital yang ramah pengguna, sehingga siapa saja dapat membacanya dengan mudah.

Pada artikel kali ini, akan membahas apa itu GPS tracker, apa perbedaannya dengan GPS Mobil, GPS Alat Berat atau GPS Motor, berikut dengan penggunaannya di dalam kehidupan sehari-hari dan bidang usaha apa saja yang sekiranya memerlukan alat ini.

 

Bidang Usaha Yang Membutuhkan GPS Tracker

GPS tracker atau juga biasa disebut dengan GPS tracking sendiri menggunakan teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang dapat melacak lokasi kendaraan atau armada secara real time. Teknologi yang digunakan GPS tracking ini merupakan gabungan dari teknologi GPS dan GSM dalam menunjukkan koordinat objek yang kemudian diinterpretasikan lewat bentuk peta digital.

Fungsinya pada GPS mobil dan GPS motor lebih sebagai alat pelacak kendaraan. Dengan dukungan teknologi yang semakin maju, pengguna kini mampu memantau secara langsung kondisi kendaraannya, live streaming video situasi di depan maupun di dalam mobil via aplikasi, mematikan atau menghidupkan kembali mesin kendaraan dari jarak jauh, dan membuat laporan perjalanan.

Karena memiliki banyak fungsi dan penggunaannya yang mudah, maka GPS tracker digunakan di berbagai macam bidang usaha, beberapa di antaranya adalah:

 

  • Perusahaan Rental Kendaraan

Bagi pemilik rental kendaraan, sudah wajib hukumnya melengkapi armadanya dengan GPS tracker. Tujuannya jelas, untuk memantau posisi kendaraan yang sedang disewakan. Kendaraan yang tidak dilengkapi dengan GPS mobil atau GPS motor tentunya akan sulit dilacak bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor membuat pemilik rental harus selalu waspada dengan berbagai macam kemungkinan. Melengkapi seluruh kendaraan dengan GPS tracker mobil/motor merupakan suatu keharusan.

Namun, perlu diingat pula jika tidak semua GPS tracker yang dijual dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, pemilik perusahaan rental harus tetap berhati-hati dalam memilih produk sebelum dipasang di kendaraan-kendaraan miliknya, apalagi terhadap oknum yang jual GPS tracker motor/mobil abal-abal yang tidak berfungsi dengan maksimal.

 

  • Perusahaan Ekspedisi

Berkembangnya era digital mengubah pola dan gaya hidup masyarakat di Indonesia. Salah satu kebiasaan yang berubah drastis adalah kegiatan berbelanja. Saat ini, hampir semua orang melakukan transaksi belanjanya secara daring, sehingga tidak harus keluar rumah ke pasar, toko, atau supermarket lagi.

Bisnis online shop ini tentunya juga didukung oleh bisnis ekspedisi atau jasa pengiriman. Karena lewat ekspedisi, barang pesanan pelanggan akan dikirimkan ke seluruh pelosok negeri. Pengiriman barang kebanyakan menggunakan jalur darat menggunakan motor, mobil, atau truk sebagai kendaraan/ekspedisi terusan dari kereta api, kapal laut, ataupun pesawat terbang.

Keamanan pengiriman barang tentunya harus sangat terjaga. Bila barang hilang dan tidak bisa terlacak, tentu akan mengurangi nama baik jasa ekspedisi. Dengan menggunakan teknologi GPS tracker, kendaraan operasional untuk pengiriman dapat dipantau dengan baik. Hal ini untuk meminimalisir kecurangan pengemudi dalam berkendara, kehilangan atau kerusakan barang, serta keterlambatan pengiriman.

 

  • Perusahaan Yang Memiliki Kendaraan Inventaris

Perusahaan manapun pastinya memiliki kendaraan inventaris, baik motor, mobil, truk, dan lainnya. Kendaraan yang dimiliki merupakan salah satu aset perusahaan yang harus dijaga dan dirawat. Sayangnya, kedua hal tersebut terkadang diabaikan sehingga kendaraan inventaris sering disalahgunakan untuk kepentingan pribadi tanpa sepengetahuan perusahaan, rawan rusak, dan hilang tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan kendaraan inventaris adalah dengan melakukan pemasangan GPS tracker mobil/motor. Tidak hanya untuk meminimalisir tindakan pencurian, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat pemantau dan pengumpul data sebagai laporan perjalanan selama beberapa bulan terakhir.

 

  • Perusahaan Penyewaan Bus

Kerugian yang sering dialami oleh perusahaan penyewaan bus beberapa di antaranya adalah manipulasi data penumpang dan jalur perjalanan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sopir yang melakukan kecurangan penggunaan BBM hingga mencari keuntungan tambahan juga menjadi kendala utama di dalam perusahaan penyewaan bus.

Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, pemilik perusahaan perlu membekali setiap armada bus dengan GPS tracker. Manfaat yang didapat dalam menggunakan teknologi pelacak tersebut, seperti: mengetahui jumlah penumpang lewat video live streaming, bisa memantau secara langsung berapa pemakaian bus, lokasi dan di mana kendaraan berhenti, rute yang dilalui, laju kecepatan bus, serta jarak yang ditempuh dengan akurasi tinggi.

 

  • Perusahaan Alat Berat Dan Trailer

Penggunaan alat-alat berat, seperti bulldozerexcavatortrailer, dan compactor juga rawan dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal-hal yang sering dianggap sebagai kendala di dalam perusahaan alat berat dan trailer ini misalnya, waktu pemakaian yang terukur pada hour meter kurang valid, manipulasi bahan bakar, sopir curang yang memanipulasi jam kerja.

Pemasangan GPS tracker pada alat-alat berat dan trailer juga sangat perlu dilakukan. Dengan menggunakan teknologi terkini, pemilik dapat mengukur total waktu penggunaan alat yang lebih valid, sebab data yang masuk langsung ke server secara otomatis dan tidak bisa dimanipulasi.

 

  • Perusahaan Penyewa Atau Pemilik Dump Truck

Perusahaan model ini biasanya bergerak di bidang jasa uruk material tanah, pasir, batu, kerikil, batu bara, dan material lainnya. Dump truck tidak hanya rawan dicuri, pengangkutan material melebihi kapasitas yang menjadi penyebab kecelakaan dapat pula menjadi kendala yang dihadapi oleh perusahaan pemilik dump truck.

Bila terjadi kecelakaan, tentunya harus ada bukti kuat yang menjadi alasan mengapa kendaraan bisa sampai celaka. Bukti tersebut, bisa berupa video yang menangkap momen-momen sebelum dan pada saat kecelakaan terjadi.

Penggunaan GPS tracker dengan fitur perekam pada armada dump truck dapat dijadikan sebagai salah satu bukti bila terjadi kecelakaan. Fitur lain, seperti SOS yang dapat mengirimkan peringatan darurat dari sopir ke kantor pusat juga bisa dimanfaatkan ketika dump truck mengalami kecelakaan agar perusahaan dapat mengetahui segera apa yang terjadi dengan armadanya. Karena manajemen armada yang kurang baik juga menyebabkan terjadinya penyalahgunaan, seperti pengangkutan material untuk dikirim ke tempat lain tanpa sepengetahuan perusahaan yang tentunya akan sangat merugikan

 

  • Perusahaan Minyak Atau Cairan Kimia

Pengiriman minyak atau cairan kimia memerlukan kehati-hatian yang tinggi. Dibutuhkan sopir profesional untuk dapat melakukannya. Apalagi, armada yang dibawa cukup berat dan rentan terhadap berbagai macam risiko.

Kendala seperti pencurian cairan di tengah jalan atau kebocoran pada tangki truk memang sering terjadi. Tentunya, bila peristiwa ini terjadi secara terus menerus, perusahaan akan mengalami kerugian yang besar. Belum lagi dengan risiko kecelakaan di jalan yang cukup membahayakan.

Untuk meningkatkan keamanan pengiriman minyak atau cairan kimia selama di perjalanan, armada-armada yang ada perlu dilengkapi dengan GPS tracker yang akan merekam aktivitas perjalanan dan dapat dilihat secara realtime lewat ponsel pintar atau website. Dengan demikian, praktik “kencing di jalan” dapat diminimalisir.

 

  • Pemilik Kendaraan Transportasi Online

Tindak kriminalitas pada moda transportasi online memang semakin marak. Hal ini terjadi bukan hanya di kota-kota besar saja, tetapi juga sampai di berbagai daerah pelosok yang ada di Indonesia.

Pada saat mengalami pencurian, pemilik kendaraan tentu harus mengetahui kronologi pasti hingga kendaraan bisa raib. Namun, kebanyakan pemilik kendaraan terkadang terlalu kalut saat melakukan pelaporan sehingga kronologi kejadian tidak tersampaikan dengan baik.

Meskipun bukan pemilik perusahaan, pengemudi ojek dan taxi online tetap harus memberikan proteksi lebih terhadap kendaraannya, salah satunya dengan memasang GPS tracker. Dengan alat canggih tersebut, kendaraan dapat dipantau dengan baik dan tentunya memberikan rasa lebih aman dan tenang karena dapat memantau kendaraan selama 24 jam penuh, dengan kemudahan dukungan kamera  sehingga live streaming menjadi mudah dan seluruh kronologi kejadian dapat terekam secara otomatis meskipun dari tempat jauh.

 

  • Instansi Pemerintah

Salah satu program pemerintah yang sedang gencar dilakukan adalah pembangunan Smart City di seluruh daerah di Indonesia. Ciri-ciri kota pintar yang diharapkan oleh pemerintah adalah yang penggunaan teknologi dan komunikasinya secara maksimal agar dapat melayani masyarakatnya secara lebih baik.

Bukti nyata dari program ini adalah penggunaan GPS tracker untuk seluruh kendaraan dinas dan instansi milik pemerintah, seperti mobil, motor, kendaraan pemadam kebakaran, alat-alat berat, truk sampah, bus kota, feeder, maupun angkutan umum lainnya dan lain-lainnya. Lewat teknologi seperti ini, pemerintah dapat dengan mudah melakukan kontrol, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.

 

Ingin info lebih lengkap atau konsultasi ?

Segera Hubungi CS kami di 0822.4570.9990 (Telp / Whatsapp)

Kemenhub Wajibkan Perusahaan Kendaraan Umum Pakai GPS Tracker

Kemenhub Wajibkan Perusahaan Kendaraan Umum Pakai GPS Tracker

kemenhub

Untuk menekan angka kecelakaan akibat kelalaian pengemudi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta perusahaan kendaraan umum memasang perangkat Global Positioning System (GPS) tracker pada armadanya. Hal ini berlaku di seluruh Indonesia, untuk angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek maupun non-trayek. Angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum non-trayek ini antara lain taksi, bus pariwisata, bus sekolah, bus karyawan, shuttle bus kawasan residensial, dan kendaraan rental.

Adapun petunjuk teknis alat pemantau pergerakan kendaraan secara elektronik pada angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dijabarkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2081/AJ.801/DRJD/2019. Disebutkan bahwa alat pemantau GPS untuk kendaraan bermotor umum paling sedikit memuat fungsi sebagai berikut:

  1. pemantauan kendaraan secara real-time melalui Google Maps;
  2. informasi kecepatan (odometer) dalam lokasi alamat dan tampilan Google Street;
  3. informasi lokasi asal dan tujuan kendaraan;
  4. rute perjalanan tiap kendaraan (fitur Route, POI, dan Geofence) untuk mengetahui kelas jalan yang dilewati serta daerah berbahaya yang harus dihindari;
  5. info perjalanan setiap kendaraan, yang antara lain memuat waktu dan jarak tempuh, durasi berhenti, jam operasional, dan aktivitas mesin;
  6. peringatan batas kecepatan dan keadaan darurat;
  7. manajemen data aset seperti STNK, pajak, tanda bukti lulus uji, kartu pengawasan, dan asuransi;
  8. manajemen pengemudi, berupa pengaturan pola jam kerja (8 jam/hari) dan waktu istirahat (30 menit setiap mengemudi 4 jam berturut-turut), termasuk peringatan untuk beristirahat dan pergantian pengemudi;
  9. catatan data perjalanan dan pengemudi minimal 7 hari kerja;
  10. pemantauan konsumsi dan peringatan batas minimum bahan bakar kendaraan;
  11. pemantauan aktivitas standby dan idling setiap unit kendaraan.

Dalam peraturan tersebut juga disebutkan bahwa perangkat GPS tracker yang sesuai ketentuan harus dibuat dari bahan yang tahan air dan benturan, sederhana, dan memiliki memori berkapasitas besar.

Peraturan Dirjen Perhubungan Darat ini berlaku mulai tanggal ditetapkan, yakni 20 Mei 2019. Sesuai kesepakatan, pemerintah masih akan memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan angkutan umum untuk memenuhi kewajibannya sampai Agustus 2020. Setelahnya, kendaraan bermotor umum yang tak memiliki GPS tracker akan dikenakan sanksi atau tidak diperpanjang izinnya.

Dengan adanya pengawasan secara elektronik ini, para pengemudi dan operator kendaraan bermotor umum diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan angkutan orang agar semakin aman dan nyaman.

Apakah armada kendaraan umum Anda sudah dipasang GPS tracker? Maxtracker siap membantu! Hubungi kami sekarang juga dan dapatkan konsultasi GRATIS untuk menemukan Solusi terbaik.

CS Maxtracker Indonesia di 082245709990 (Telp / Whatsapp)